Game Online
Permainan online atau game online saat ini sedang merebak di tengah tengah masyarakat terutama di kalangan remaja. Generasi milenial ini memang akrab dengan gadget dan paling suka bermain Bahkan permainan ini pun bisa di akses semua kalangan baik oleh remaja, orangtua bahkan anak - anak. Semua permainan yang di tawarkan di dalam game online memberikan hiburan yang luar biasa yang menjadikan para gamers terdorong untuk memainkan nya lagi dan lagi. Jenis permainan di dunia maya ini bisa di jangkau oleh semua orang di seluruh dunia tanpa batas dan waktu. Pokkt Decision Lab dan Mobile Marketing Associattion (MMA), melakukan studi terkait game di Indonesia dan menyatakan jumlah gamers di negeri ini mencapai 60 juta dan jumlah tersebut di perkirakan meningkat menjadi 100 juta di tahun 2020.
Namun di balik
'sedapnya' game online timbul berbagai
dampak negatif tidak hanya bagi kesehatan namun juga menimbulkan banyak
tindakan kriminalitas yang di lakukan oleh para 'pecandu' game on line. Seperti
yang terjadi di Bukitraya pada kamis 10 januari 2019, dua orang remaja yakni
TMR ( 18 tahun) yang berstatus seorang pelajar dan Julio Gangga (19 tahun)
nekat melakukan tindakan penjambretan karena membutuhkan uang untuk bermain game online (jawapos.com). Selain itu
fakta membuktikan kecanduan bermain game
online juga mampu membuat anak - anak malas untuk belajar atau memahami pelajaran di sekolah. Mereka
lebih peduli dengan permainan game online
di bandingkan pelajaran di sekolah. Pelajaran sekolah menjadi tidak menyenagkan
lagi. Padahal dengan belajar mereka akan mendapat banyak ilmu.
Sudah
seharusnya kita bersikap lebih bijak terhadap banyaknya game online saat ini. Boleh saja bermain game asalkan kita bisa mengatur waktu sehingga tidak terlalu sering
dan membahayakan kesehatan kita. Jadikan game
online hanya sebagai hiburan di sela-sela kesibukkan kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar